Selasa, 04 Agustus 2020

Jam Tangan Untuk Menyelam Seiko Prospex SLA019 Edisi Terbatas

Jam Tangan Untuk Menyelam Seiko Prospex SLA019 Edisi Terbatas

Jam Tangan Untuk Menyelam Seiko Prospex SLA019 Edisi Terbatas

Setelah penghentian untuk produk Seiko SBDX017 Marine Master 300M, Seiko merilis jam tangan untuk menyelam Seiko Prospex SLA019 edisi terbatas. Penggemar jam tangan diving tentunya sangat tertarik dengan peluncurkan jam tangan ini. Karena jam tangan ini merupakan sepupu hijau dari jam tangan Seiko Marine Master 300M SBDX017. Bagi Anda pecinta jam tangan penyelam, maka jangan sampai terlewat yang terbaru dari Seiko yaitu SLA019 yang kabarnya dirilis dengan jumlah sangat terbatas.

Fitur Fisik Jam Tangan Untuk Menyelam Seiko Prospex SLA019 Edisi Terbatas

Jam Tangan Untuk Menyelam Seiko Prospex SLA019 Edisi Terbatas

Pada awalnya penggemar Seiko pasti kecewa dengan behentinya produksi untuk Seiko SBDX017 Marine Master 300M. Namun kekecewaan mereka akan terbalas dengan hadirnya sepupu jam tangan ini yaitu Seiko SLA019. Secara fisik, Jam Tangan Seiko Prospex ini memiliki warna dominan hijau yang terlihat sangat keren. Pada bagian kaca jam tangan, SLA019 menggunakan bahan Sapphire crystal yang tahan terhadap goresan dan tentunya juga dilengkapi dengan anti-reflective coating atau anti pantulan cahaya. Body jam tangan terbuat dari stainless steel dengan warna silver dan bezel jam yang terdapat variasi warna hijau.

Masih membahas tentang body jam, SLA019 menempatkan crown jam tangan disisi kanan jam yang sejajar dengan petunjuk waktu angka 4. Pada bagian dial, Jam Tangan Seiko Prospex Diver ini menggunakan warna hijau gradiasi hitam yang sangat cantik. Di dalam dial jam tangan terdapat 3 jarum utama yaitu sebagai petunjuk jam, menit dan detik. Terdapat pula tampilan tanggal yang diletakkan pada sisi kanan dial sebagai pengganti petunjuk waktu angka 3. SLA019 menggunakan tali jam dari bahan stainless steel yang juga sudah dilengkapi dengan anti pantulan cahaya. Untuk dimensi jam adalah 44 mm dengan ketebalan 14.6 mm yang didesain agar pas dipakai pada pergelangan tangan pria dewasa.

Fitur Fungsional Jam Tangan Untuk Menyelam Seiko Prospex SLA019 Edisi Terbatas

Jam Tangan Untuk Menyelam Seiko Prospex SLA019 Edisi Terbatas

Secara fungsional, SLA019 merupakan Jam Tangan Seiko Automatic yang menggunakan energi dari gerakan tangan dengan mesin Caliber 8L35. Caliber 8L35 merupakan mesin jam tangan Seiko yang mempunyai 26 jewels. Selain itu mesin ini mampu menghasilkan getaran 28.800 per jam sehingga dapat menyimpan cadangan daya selama 50 jam. Dengan artian jam tangan masih berjalan walaupun tidak digunakan dalam waktu maksimal 50 jam.

Sebagai jam tangan penyelam, tentunya SLA019 memili fitur tahan air yang dikhususkan untuk menyelam yaitu 300M Dive. Jika Anda tertarik memiliki jam tangan ini, maka harus segera berburu karena SLA019 dirilis dengan jumlah sangat terbatas yaitu hanya 1.968 buah dengan harga berkisar 50 juta rupiah.

Sumber : https://www.arlojikita.com/jam-tanga...-terbatas.html

Cara mengecek ke aslian jam Daniel wellington

kena tipu adalah hal yang paling membuat kita cepat belajar,karna itu juga thread ini ane bikin setelah ditipu tuker tambah jam lawas sovil et titus dengan Daniel Wellington petite KW.
Sekilas tentang DW ,pendiri produk ini bernama Filip Tsyander.Seorang pemuda asal Swedia yang terispirasi membuat jam karena bertemu lelaki bernama Daniel Wellington yang berpenampilan klasik saat sedang menjelajahi inggris.Saat pertama kali membuat perusahaan tersebut pada tahun 2011 Filip masih menjadi seorang mahasiswa.Perusahaan tersebut berkembang dengan pesat dalam jangka waktu 1 tahun.
Cara mengecek ke aslian jam Daniel wellington
Jenis produk jam mereka

Sebenarnya dw menawarkan banyak produk pada website mereka.Tapi secara garis besar dari yang ane lihat cuma ada 5 jenis produk mereka yang ane tau


1.Classic edition
Seri yang ini memiliki garis penanda detik pada dial nya warna putih untuk dial hitam dan warna hitam untuk dial putih ,walaupun daniel wellington tidak memiliki jarum detik pada produk mereka.Seri ini juga memiliki knop/ crown dengan ukuran yang kecil dan bentuk yang mumbul.case back pada dw seri ini juga diameter nya jauh lebih kecil dibanding diameter body jam nya.ukuran yang tersedia 36mm & 40mm,dw jenis ini yang paling banyak digemari dan banyak dipalsukan
Cara mengecek ke aslian jam Daniel wellington

2.Petite edition
Memiliki ukuran lebih kecil dari dw seri lainya 28mm & 32 mm,ciri khasnya yaitu tidak ada garis penanda detik (lebih polos) dari seri yang classic,knop nya masih memiliki bentuk sama dengan seri classic,umum nya dw ini tampil dengan strap logam anyaman,bentuk handle lugs atau pegangan tali masih sama dengan seri yg classic nampak lurus / pipih jika dilihat dari atas,warna yang tersedia buat seri ini rose gold & silver dengan dial hitam atau putih
Cara mengecek ke aslian jam Daniel wellington


3 Grace London
Ciri khas seri ini adalah penunjuk waktu di jam 6 dan 12 menggunakan angka romawi untuk sisanya sama seperti dw lain nya,seri ini sangat jarang pengguna nya di indonesia
Cara mengecek ke aslian jam Daniel wellington

4 Classy
Perbedaan yang menonjol pada seri ini adalah penunjuk jam nya yang menggunakan kristal swarovski selebih nya sama seperti dw umumnya,ukuran 26 mm & 34mm
Cara mengecek ke aslian jam Daniel wellington
5 dapper edition
Seri ini yang berbeda dari dw yang lain nya.Dimulai dari bentuk rangka yang memiliki bentuk lugs yang berbeda.Penunjuk waktu nya pun menggunakan angka romawi pada keseluruhanya.Serta memiliki penunjuk tanggal.Jarum pada seri ini memiliki warna biru terang.Knop nya pun memiliki bentuk gepeng/ pipih dan berukuran lebih besar dari dw lainya.Bagian case back nya pun lebih lebar dari dw seri yang lain.Seri ini hanya memiliki varian dial warna putih dan case silver atau rosegold.ukuran yang tersedia 34mm & 38mm
Cara mengecek ke aslian jam Daniel wellington

6 silahkan ditambahkan bagi yang memiliki info tentang seri lainya,ane pernah liat ada dw yang punya chronograph tapi masih belum tahu itu benar dikeluarkan dw atau bukan
Cara mengecek ke aslian jam Daniel wellington

Kelemahan dan kelebihan Arloji ini secara garis besar
Kelebihan

1.Bahan case stainless steel padat,dan kualitas chrome yang cukup tinggi sehingga sulit luntur walau kena keringat.

2.Body nya tipis dan model klasik membuat berkesan elegan dengan 2 warna case dan 2 warna dial yang tersedia.

3.Seri yang banyak ditawarkan memiliki kepala jam sama ,hanya strap atau talinya yang berbeda.ciri khas dw yaitu canvas strap nya yang tersedia berbagai warna sehingga tidak membosankan

Kekuranganya

1.untuk ketahanan terhadap air kurang bagus ,cuma mampu menahan air hujan,bukan untuk dibawa berenang.mesin bisa mati dan kaca bisa berembun jika diberi air dengan intensitas tinggi.

2.kulit strap bisa kusam jika sering terkena air,sedangkan nato strap mudah kusam kotor dan sulit dibersihkan.

3. mesin jam nya menggunakan miyota keluaran citizen yang bahkan harga nya kurang dari 70.000 rupiah.Movement yang sangat murah buat ukuran harga jam setingkat itu,bahkan untuk dw yang versi kw memiliki movement yang lebih bagus dari ori nya,hal ini bisa jadi kelebihan disaat kita servis jam diluar outlet resmi kita tidak perlu khawatir mesin kita dicuri dalemanya ,karna mesin udah cukup murah buat dipereteli

Cara membedakan yang asli dengan yang palsu menurut pengalaman ane

1 ketebalan
Dw yang asli memiliki ketebalan 6mm yang cukup tipis,jika dw yang ditawarkan tebal maka dipastikan itu barang kw

2.ukuran knop
Dw memiliki ukuran knop yang kecil dan bentuk yang mumbul,kecuali pada seri dw dapper

3 lugs / tempat bertumpu strap
Pada dw asli lubang pada lugs untuk menancapnya pen/paku penahan strap tembus sampai ke permukaan,jika ada dw yang lugsnya hanya berlubang tidak sampai bolong dipastikan itu palsu
Cara mengecek ke aslian jam Daniel wellington

4 tulisan Daniel welington
Pada yang original tulisan akan berwarna putih untuk dial hitam dan juga sebaliknya,dan tulisan daniel welington akan sejajar dengan titik detik ke 12 dari titik pusat jam 12
Cara mengecek ke aslian jam Daniel wellington

5 tulisan no seri pada back nya
Tulisan harus dalam dan tegas ,harus juga terdapat jenis dan no seri nya,ada beberapa produk kw super yang tulisanya persis aslinya namun tulisanya di grafir dangkal,serta ukuran case back yang terlalu besar dan tebal,kecuali untuk dw dapper
Cara mengecek ke aslian jam Daniel wellington

6 permukaan case/bak
Permukaanya mulus dan bayangan benda tidak bergelombang,case yang solid dan tebal pun membuat jam lebih berat

7 grafiran dw pada strap
Grafiran harus tegas jelas dan tidak terpisah antara huruf d dan huruf w,jahitanya pun harus halus dan rapih ni yang kw punya
Cara mengecek ke aslian jam Daniel wellington

Fakta Tentang Jam Tangan SPINNAKER : Siapa, Kenapa dan Dari Mana ?

Fakta Tentang Jam Tangan SPINNAKER : Siapa, Kenapa dan Dari Mana ?

Banyak orang tidak tahu siapakah merk jam tangan SPINNAKER. Tapi jam tangan merk ini sangat happening saat ini di kalangan pecinta jam tangan atau pengamat horology. Termasuk saya juga pertama tidak tahu siapa dan dari mana jam tangan ini. Hampir semua merk yang saya jual di website saya itu saya tahu foundernya dan tahu di mana lokasinya. Saya sudah melakukan riset dan diskusi dengan beberapa pengamat dan pecinta jam tangan. Nanti akan saya bahas di bagian akhir,

Sebelumnya, saya akan bahas dulu bahwa menurut pandangan saya, ada 3 fakta menarik dari jam tangan merk SPINNAKER ini, yaitu :

FAKTA 1 : SUPER HOT MICRO BRAND WATCH

Merk jam tangan ini memang lagi hot banget di bicarakan hampir di semua forum dan chanel yang berhubungan dengan dunia jam tangan, khususnya jam tangan micro-brand. Menurut saya ada 5 alasan mengapa brand ini sangat ramai dibicarakan :

INTERESTING DESIGN : ]Design jam tangan merk SPINNAKER ini sangat menarik secara estetika. Eye catchy dengan membawa warna-warna baru dan teknologi baru dalam finishing jam tangan. Kebanyakan mengusung model heritage atau sejarah beberapa merk jam tangan yang sudah dari dulu existed. Pintarnya, SPINNAKER ini mengemas dalam konsep yang lebih modern dari sisi design, material, dan teknologi yang digunakan

AFFORDABLE PRICE : Kehadiran jam tangan ini memang sangat mengagetkan, karena datang dengan harga yang sangat-sangat terjangkau dibandingkan dengan merk-merk jam tangan micro-brand lainnya yang ada dipasaran, bahkan yang sudah dahulu berada di pasar micro brand.

WELL BUILD : Harga yang murah bukan jadi kendala untuk membuat jam tangan merk ini tetap menyajikan kualitas yang sangat baik. Di atas rata-rata.

WIDE VARIETY : Saat merk jam tangan micro lain menawarkan 2 atau 3 jenis model dalam satu produksi / batch, merk SPINNAKER ini hadir dalam banyak pilihan model seperti DUMAS, FLEUS, SORENTO, HULL, WRECK, CAHILL, PRO DIVER dan lain-lain. Tentu saja hal ini akan menjadi kepenasaranan tersendiri bagi para pecinta jam tangan untuk mengexplor merk jam tangan ini.

MASSIVE MARKETING : Ini kekuatan merk ini. Sejak awal produksinya, marketing sudah merupakan prioritas di atas segala-galanya. Saya yakin biayanya tidak murah, akan tetapi berdampak yang luar biasar. Hampir di semua forum atau channel digital, jam tangan merk SPINNAKER ini ada dan dibicarakan.



FAKTA 2 : MYSTERIOUS

Kalian mungkin sudah permah masuk ke website SPINNAKER. Dibagian manapun dari websitenya, tidak ada informasi yang jelas tentang merk ini. Siapa penemunya, dimana dibuat, dan hal-hal lain yang biasa dicari oleh para pecinta jam tangan. Saya sendiri pun pertamanya bingung.


FAKTA 3 : CONTROVERSIAL

Jika kalian baca di forum-froum jam tangan seperti watchuseek dan yang lainnya, merk ini selalu di pergunjingkan. Ada yang berkomentar miring, tapi banyak juga yang berkomentar positif. Akan tetapi, diluar itu semua, jam tangan merk SPINNAKER ini tetap di gemari dan dicari. Buktinya hampir ada di seluruh toko jam tangan baik online maupun offline.


Ok sekarang waktu membahas, siapakah merk jam tangan SPINNAKER ini :

Merk ini adalah sebuah merk yang tergabung dalam sebuah grup perusahaan bernama DARTMOUTH BRANDS (kalian bisa lihat di websitenya www.dartmouthbrands.co.uk). Group perusahaan ini memiliki beberapa merk jam tangan selain spinnaker seperti : AVI-8, DUFA, BALLAST, EARNSHAW dan lain-lain.

Semua jam tangan yang berada di bawah grup perusahaan ini, diproduksi oleh satu manufacturer atau pabrik bernama SOLAR TIME LTD. Sebuah manufacturer jam tangan yang berbasis di Hong Kong yang di temukan pada tahun 1977.

Kepemilikan saham terbesar dari DARTMOUTH BRANDS ini dimiliki oleh salah seorang berkebangsaan Inggris bernama NOTAN TOLANI. Lahir di Pakistan dan hijrah ke Hongkong dan memulai bisnis jam tangan dan mendirikan SOLAR TIME LTD.


Jadi sekarang sudah jelas bahwa merk jam tangan SPINNAKER ini :
Berada di bawah naungan grup perusahaan DARTMOUTH BRANDS berbasis di UK
Saham terbesar grup perusahaan ini dimiliki oleh NOTAN TOLANI, dan
Diproduksi di Hongkong dan China oleh manufacturer bernama SOLAR TIME LTD.

Branding nya di UK, penemunya orang Pakistan berkebangsaan Inggris, dan dibuat di Hongkong.

Fakta Unik Seputar Jam yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Jam merupakan benda yang amat penting bagi aktivitas harian orang-orang. Jika tidak ada jam, maka seseorang tidak akan bisa menjalankan aktivitasnya secara teratur dan tepat waktu. Tidak mengherankan jika kemudian jam memiliki perjalanan sejarah yang amat panjang seiring dengan perjalanan sejarah manusia. Berikut ini adalah 5 fakta menarik seputar jam yang mungkin belum anda tahu.


Ada Jam Kukuk yang Lebih Besar dari Manusia
Fakta Unik Seputar Jam yang Tidak Banyak Diketahui Orang
Jam kukuk (cuckoo clock) adalah sebutan untuk jam yang akan mengeluarkan patung burung kecil secara otomatis pada waktu-waktu tertentu. Meskipun jam kukuk bukanlah jam yang lazim ditemui di Indonesia, jam ini tetaplah bukan jam yang asing bagi kita karena jam ini kerap muncul dalam film-film buatan luar negeri.


Jam kukuk normalnya berukuran kecil supaya jam ini bisa dipasang di dinding dan bandul di bawahnya bisa berayun bebas. Sementara burung kecil yang menjadi ciri khas jam ini memiliki bobot yang ringan supaya mudah keluar masuk.


Namun hal tersebut berlaku untuk jam kukuk yang satu ini. Sebabnya adalah karena jam ini memiliki ukuran yang amat besar. Bayangkan saja, burung kukuk pada jam ini beratnya mencapai 149 kilogram, sementara jamnya sendiri berukuran 60 kali lebih besar dibandingkan jam kukuk biasa.
Ukurannya tersebut sekaligus menjadikan jam kukuk raksasa ini nampak seperti rumah sungguhan. Jika anda merasa tertarik untuk melihat jam kukuk raksasa ini, anda bisa berkunjung ke Triberg, Jerman.


Jam Ini Membangungkan Pemiliknya Memakai Aroma Kopi
Fakta Unik Seputar Jam yang Tidak Banyak Diketahui Orang
Bagi banyak orang, jam weker merupakan benda yang membantu sekaligus menjengkelkan. Membantu karena jam ini membuat banyak orang di berbagai belahan dunia bisa terbangun tepat waktu. Namun jam ini juga dipandang sebagai benda yang menjengkelkan karena saat sedang nikamt-nikmatnya menikmati tidur, tiba-tiba saja ada suara keras yang membuat pemiliknya mau tidak mau harus bangun.


Lantas, adakah cara untuk membuat jam weker bisa membangunkan pemiliknya tanpa membuatnya merasa jengkel? Mahasiswa asal Perancis ini nampaknya memiliki jawabannya. Pada tahun 2016, ia menciptakan jam weker yang bisa mengeluarkan aneka macam aroma seperti roti croissant, cokelat, peppermint, hingga kopi.


Oleh penciptanya, jam weker dengan konsep ini diberi nama Sensorwake. Harapannya adalah jika pemiliknya mencium bau makanan atau minuman kesukannya pada pagi hari, maka pemiliknya akan merasa lebih nyaman saat bangun.


Efektifitas bau dalam membangunkan seseorang sendiri sebenarnya masih diperdebatkan. Saat ilmuwan melakukan percobaan untuk membandingkan mana yang lebih efektif antara bau dan suara dalam membangunkan seseorang, ternyata bau cenderung lebih sering gagal dalam membangunkan seseorang
.

Pencipta Sensorwake sendiri sadar akan keterbatasan bau dalam membangunkan seseorang. Itulah sebabnya selain menggunakan bau, ia juga melengkapi jam weker buatannya dengan perangkat suara. Jadi jika orang tersebut masih belum bangun saat bau keluar dari jam wekernya, 3 menit kemudian jam weker tersebut akan berbunyi.


Jam Tertua di Dunia yang Masih Beroperasi Hingga Sekarang

Fakta Unik Seputar Jam yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Di masa kini, jam umumnya memiliki ukuran yang kecil. Namun tidak demikian halnya jika kita mundur hingga ratusan tahun yang lalu. Pasalnya jam pada masa itu memiliki ukuran yang besar dan memerlukan perawatan khusus sehingga tidak semua tempat memiliki jam.


Katedral Salisbury yang terletak di Inggris adalah satu dari sedikit tempat di Abad Pertengahan yang memiliki jamnya sendiri. Gereja tersebut pertama kali memiliki jam pada tahun 1386. Hebatnya, jam tersebut masih beroperasi hingga sekarang sehingga jam di Katedral Salisbury kini menyandang rekor sebagai jam tertua di dunia yang masih beroperasi.


Jam Katedral Salisbury beroperasi dengan memakai jalinan roda gigi dan tali panjang yang dilengkapi dengan pemberat. Setiap pagi, tali tersebut akan menarik pemberat hingga ke atas. Kemudian sesudah itu, pemberatnya secara perlahan akan turun kembali ke bawah secara otomatis.

Jam Katedral Salisbury ini memang memiliki cara kerja yang lebih sederhana jika dibandingkan dengan jam modern. Waktu yang ditampilkan jam ini juga tidak sepenuhnya akurat. Namun untuk masanya, jam ini tergolong sebagai terobosan di bidang teknologi. Jam ini juga membantu warga lokal untuk mengetahui apakah sudah waktunya mereka harus makan siang, pergi ke gereja, dan lain sebagainya.

Seperti halnya mesin dan peralatan di masa modern, ada waktunya komponen di jam ini harus diganti. Pada tahun 1950-an, sejumlah komponen di jam ini sempat diganti dengan komponen yang lebih baru supaya jam ini tetap bisa beroperasi.


Jam di Era Kuno Menggunakan Air Sebagai Penggeraknya

Fakta Unik Seputar Jam yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Di masa kini, jam menggunakan jalinan komponen mesin yang rumit. Karena teknologi manusia pada masa lampau masih belum cukup canggih untuk menciptakan mesin serumit jam, mereka pun harus menggunakan cara lain untuk mengetahui waktu supaya bisa melakukan aktivitas hariannya tepat waktu.



Pada awalnya, manusia menggunakan jam matahari sebagai cara untuk mengetahui waktu. Dengan melihat bayangan yang tercipta pada jam matahari, seseorang bisa mengetahui waktu pada momen tersebut. Namun karena jam matahari mengandalkan bayangan dari sinar matahari sebagai penanda waktunya, jam ini menjadi tidak berguna pada malam hari atau ketika hari sedang mendung.



Untuk mengatasinya, manusia pun menciptakan jam yang terbuat dari air sebagai penggeraknya. Keberadaan jam air konon sudah dikenal sejak abad ke-15 SM di Mesir Kuno. Apa yang disebut sebagai jam air pada dasarnya adalah sejenis corong yang bagian bawahnya sudah dilubangi supaya air bisa menetes keluar sedikit demi sedikit.

Bagian tepi corong tersebut dilengkapi dengan semacam skala untuk menandai waktu. Dengan melihat posisi ketinggian air pada corong, seseorang bisa mengetahui waktu pada momen tersebut. 


Dalam perkembangannya, desain jam air semakin lama menjadi semakin rumit. Namun saat manusia sudah bisa menciptakan jam yang terbuat dari mesin, keberadaan jam air secara berangsur-angsur kemudian ditinggalkan


Perancis Pernah Mengubah Satu Hari Menjadi 10 Jam

Fakta Unik Seputar Jam yang Tidak Banyak Diketahui Orang
Dalam standar waktu versi Revolusi Perancis, 1 hari bakal terdiri dari 10 jam di mana 1 jam terdiri dari 100 menit, sementara 1 menit terdiri dari 100 detik. Dampaknya, jam yang digunakan di Perancis pada periode tersebut pun sempat mengalami perubahan. Alih-alih menampilkan angka 1 sampai 12, jam versi standar waktu baru ini hanya menampilkan angka 1 hingga 10.

Di masa sekarang, kita mengenal satu hari sebagai 24 jam. Itulah sebabnya jam dibuat dengan memiliki 12 angka sebagai penanda waktunya. Namun di tahun 1793, Perancis pernah mencoba menghilangkan tradisi tersebut dan menggantinya dengan standar waktu versi mereka. Standar waktu versi baru ini juga dikenal dengan sebutan Waktu Revolusi Perancis.


Dalam standar waktu versi Revolusi Perancis, 1 hari bakal terdiri dari 10 jam di mana 1 jam terdiri dari 100 menit, sementara 1 menit terdiri dari 100 detik. Dampaknya, jam yang digunakan di Perancis pada periode tersebut pun sempat mengalami perubahan. Alih-alih menampilkan angka 1 sampai 12, jam versi standar waktu baru ini hanya menampilkan angka 1 hingga 10.

Di masa sekarang, kita mengenal satu hari sebagai 24 jam. Itulah sebabnya jam dibuat dengan memiliki 12 angka sebagai penanda waktunya. Namun di tahun 1793, Perancis pernah mencoba menghilangkan tradisi tersebut dan menggantinya dengan standar waktu versi mereka. Standar waktu versi baru ini juga dikenal dengan sebutan Waktu Revolusi Perancis.

Kendala lainnya adalah standar waktu yang baru ini mengharuskan orang-orang untuk menggunakan jam versi baru. Padahal mengganti setiap jam yang ada di seantero Perancis bukanlah perkara mudah. Sebagai akibatnya, pada tahun 1795 kebijakan standar waktu versi baru ini ditinggalkan dan rakyat Perancis kembali menggunakan sistem waktu yang lama.

13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan

1. Dewi Sri
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]

Quote:


2. Dewi Uma
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]
Quote:


3. Dewi Citrawati
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]
Quote:


4. Dewi Sukesi
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]
Quote:


5. Dewi Sinta
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]
Quote:


6. Dewi Anjani
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]
Quote:


7. Dewi Kuntinalibrata
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]
Quote:


8. Dewi Kresna
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]
Quote:


9. Dewi Sumbadra
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]
Quote:


10. Dewi Srikandi
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]
Quote:


11. Dewi Ulupi
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]
Quote:


12. Dewi Gandawati
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]
Quote:


13. Dewi Manuhara
13 Wanita Cantik Dalam Tokoh Pewayangan [Serba 13]
Quote:

KISAH GENDERUWO

Kejadian sekitar tahun 1985....

Aku baru saja melahirkan bayi mungil perempuan. Sebenarnya ini anak ketigaku, tetapi karena kedua anak lelakiku meninggal sebelum usia lima tahun, bayi ini menjadi satu-satunya anakku. Sebelumnya aku tinggal disebuah desa daerah Temanggung, Jawa Tengah. Karena banyak kenangan pahit, meninggalnya kedua anak lelakiku, aku dan suami memutuskan tinggal di Magelang.

Saat itu kami tinggal disebuah rumah dekat pusat kota. Keadaan saat itu jauh berbeda dengan sekarang. Jalan utama masih tanah belum diaspal. Banyak pohon aren, jambu, duren, bahkan beberapa bambu tumbuh lebat di sekitar sana.

Baru beberapa hari tinggal di sana, suamiku sering bekerja ke luar kota entah ke Semarang atau ke Temanggung untuk mengais rejeki. Aku tinggal sendirian dan memberanikan diri di rumah yang baru saja kami tinggali. Sejak awal memang rasanya aneh di sini. Tetapi tidak ada pilihan lain untuk tinggal.

Sore itu pengalaman pertama di sana. Aku hendak ke kamar mandi, bayiku di kamar tertidur. Saat akan membuka pintu kamar mandi, ada sesosok lelaki dengan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang warna hitam. Aku terkejut hampir saja terjatuh. Sosok itu menabrakku dan tembus begitu saja. Bagian sebelah kiri wajahnya bercucuran darah segar. Seketika aku tersadar bahwa itu bukan orang.

Aku gemetaran. Tidak jadi ke kamar mandi dan langsung balik ke kamar menunggu bayiku. Rasanya jantungku hendak copot. Berdetak tak karuan. Waktu itu jangankan handphone, telepon rumah belum ada ataupun masih jarang. Hari itu aku masih tak sadar ada kehidupan lain di rumah itu.

Beberapa hari kemudian, pagi hari suamiku bertanya, "Ma... ini Papa mau pergi ke Semarang."

"Iya, Pa. Hati-hati di jalan ya," aku pun mencium punggung tangan suamiku.

Melambaikan tangan ketika suamiku pergi menggunakan GL-Pro miliknya. Motor yang suaranya cukup nyaring itu mulai menghilang di kejauhan. Pagi itu, rasanya tak ingin melepas suami pergi bekerja. Tetapi kebutuhan yang membludak membuatku tak ingin bermanja, apalagi takut pada suatu yang tak kasat mata. Aku harus berani demi bayi mungilku tercukupi kebutuhannya.

"Nina bobo... oh nina bobo... kalau tidak bobo digigit nyamuk..." lirihku bernyanyi sambil menimang bayi mungil yang sedari tadi menangis.

Bukannya tenang, malah makin menjerit. Bayiku seakan ketakutan. Entah karena melihat sesuatu atau hawa panas yang seketika menyeruak di rumah. Aku bawa bayiku ke depan rumah.

"Kenapa Mbak si dedek?" tanya tetanggaku

"Rewel ini... dari tadi nangis terus," jawabku sambil menimang si bayi.

"Takut paling, Mbak. Bapaknya pergi keluar kota lagi kah?"

"Iya, Bu. Baru aja berangkat. Moga aja nanti pulang. Biasanya nginep di Paman karena perjalanan jauh kasihan mondar mandir."

"Duh, kok ya sering nggak nemeni di rumah ya."

"Gimana lagi, Bu. Namanya mencari rejeki."

Mendengar percakapanku dengan tetangga ternyata membuat bayiku tenang. Lambat-lambat tangisnya reda dan tertidur. Aku pun pamit masuk ke rumah. Meletakkan anakku di kasur. Lalu menyelesaikan pekerjaan rumah.

Pagi itu waktu terasa cepat. Bayiku tertidur pulas selama dua jam. Aku sudah selesai memasak, menyuci piring dan baju, serta membersihkan rumah. Baru saja hendak makan, bayiku menangis.

Aku pun meletakkan piring berisi nasi dan tempe garit serta oseng pare. Belum jadi sesuap pun masuk ke mulutku. Aku kembali menimang putri kecilku lalu menyusuinya.

***


Sepertinya suamiku tak pulang. Senja pun datang membawa angin malam nan dingin. Aku bergegas menutup dan mengunci pintu belakang, pintu depan dan jendela. Sudah menjadi kebiasaan di sini, sebelum maghrib tiba baiknya semua orang di dalam rumah dan mengunci rumahnya. Maklum saja tahun 1985 masih sepi dan minim penerangan serta banyak kejahatan dimana-mana.

Aku pun tiduran di samping bayiku. Dia tidur pulas. Aku pun tak sengaja ikut tertidur. Saat bangun, aku haus dan pergi ke dapur ambil minum putih di kendi. Saat berbalik, aku terkejut suamiku ada di belakangku.

"Loh, Pa, kapan yang pulang?"

"Barusan."

"Yaampun bikin kaget aja."

"Ma, kerokin ya."

Entah mengapa suamiku sangat dingin berkata-kata tak seperti biasanya. Dia pun pandangan lurus ke depan.

Seketika bayiku menangis kencang. Aku bergegas hendak ke kamar. Namun suamiku memegang tanganku.

"Ma, kerokin dulu badanku."

Saat itu langsung aku berpikir aneh. Suamiku yang kukenal pasti akan khawatir ketika bayi kami menangis. Terlebih jika dari bekerja, dia selalu menengok anak kamj terlebih dahulu.

Aku pun teringat pintu depan sudah kukunci. Suara motor suamiku pun tak terdengar. Aku melepaskan tanganya dan berjalan ke depan menengok motor dan sandal suamiku apakah ada.

Betapa kaget diriku ini, pintu masih terkunci. Dari jendela tak terlihat GL-PRo miliknya bahkan sandalnya pun tak ada. Aku kembali ke dapur memastikan apakah sosok itu suamiku atau bukan.

Dia masih di sana dan berbalik meilihatku. Aku menengok ke arah kakinya yang ternyata tak ada! Seketika tubuhnya berubah menjadi besar dan membesar. Tangannya berbulu lebat dan jari jemarinya besar. Aku tak bisa melihat wajahnya karena gelap merenggut kesadaranku alias aku pingsan!

Pagi harinya aku terbangun karena tetangga menggosokkan minyak angin ke hidungku dan kaki berkali-kali. Semalaman bayiku menangis dan membuat Bu Dina curiga. Beliau meminta suaminya untuk mendobrak pintu pada tengah malam dan mendapati aku pingsan di dapur sedangkan bayiku menangis di kamar.

Aku pun bingung dan ketakutan. Bu Dina memberiku segelas air putih untuk menenangkan diri.

"Sabar ya, Mbak. Tenangkan diri dulu. Tadi malam si dedek diberi minum tajin biar nggak lapar," kata Bu Dina sambil mengelus punggungku.

Aku pun menceritakan semuanya ke Bu Dina. Beliau tidak kaget karena sudah tahu makhluk apa yang menghuni pohon belakang rumah ini. Beliau hanya berpesan sering-seringlah berdoa agar dijauhkan dari gangguan makhluk gaib.

Aku pun mengangguk paham. Bu Dina menemaniku sampai suamiku pulang siang harinya. Beliau pun menjelaskan kejadian yang dialami aku kepada suamiku. Memang suamiku orang yang mengedepankan logika. Dia tidak mudah percaya soal makhluk gaib apa lagi dengan kejadian yang kualami. Dia dengan mudah mengira aku berhalusinasi atau justru bermimpi. Menyebalkan, bukan?

MALAM JUMAT KLIWON

Malam ini terasa angin berhembus lebih sering, membawa rasa dingin hingga menusuk ke tulang. Aku baru saja selesai menata tas dan bergegas untuk pulang. Kulihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan menunjukkan pukul 22.30 sudah larut malam.

"Sial sekali kenapa Bos selalu beri tugas mendadak!' berkali-kali aku mengumpat dalam hati.

Kantorku terletak di lantai lima belas. Jam segini tentu sangat horor untuk turun menggunakan lift sendirian. Aku sudah menelepon security di lantaiku untuk mengantarkan ke bawah. Sedikit lega, satpam bersedia meski akun harus mengeluarkan uang rokok sebagai tanda terima kasih.

Aku membawa tas berisi laptop, dompet, serta beberapa berkas. Sedangkan handphone kumasukkan dalam kantong blouseku.

"Mbak, sudah selesai nglemburnya?" tegur Pak Djati dari pos jaganya.

"Sudah, Pak. Maaf ya, Pak, jadi merepotkan."

"Nggak apa-apa, Mbak. Kebetulan saya juga mau turun," ucap Pak Djati sambil tersenyum.

Aku dan security itu pun masuk ke lift. Menekan angka 1 untuk menuju pintu utama gedung. Merasa canggung, aku pun memulai pembicaraan.

"Pak Djati sering jaga malam ya? Saya beberapa waktu ini nggak ketemu kalau siang," tanyaku memecah kesunyian di dalam lift.

"Iya, Mbak. Sudah seminggu ini saya selalu jaga malam. Anak-anak lain nggak mau tukar sift."

"Wah, capek dong, Pak. Bergadang terus."

"Namanya pekerjaan, Mbak. Harus profesional kan. Lagi pula kalau sampai dipecat, kasihan keluarga di rumah," jawab Pak Djati sambil menatap ke depan.

Aku memang pernah mendengar perihal Pak Djati yang penyayang keluarga. Beliau berusaha bekerja sebaik mungkin demi mencukupi kebutuhan keluarga serta pengobatan istrinya yang tengah sakit.

"Semangat ya, Pak."

"Iya, Mbak juga semangat ya. Jarang ada pegawai mau lembur di hari Kamis loh," perkataan Pak Djati memancing rasa penasaranku.

"Loh kenapa, Pak?"

"Kamis kan berarti malam Jumat, Mbak. Seperti saat ini kebetulan malam Jumat Kliwon."

Perkataan Pak Djati justru menyadarkanku kalau malam ini malam Jumat Kliwon. Aku deg-degan antara bersyukur sudah selesai pekerjaan dan bisa pulang tanpa takut atau justru jadi was was karena suasana berubah drastis. Dingin mulai menyeruak. Kulihat angka lift terus berkurang. Ingin rasanya segera angka 1 dan pintu terbuka.

"Pak, kenapa nggak tukar sift biar bisa istirahat?"

Sebisa mungkin aku mencairkan suasana. Aku tak ingin terlihat ketakutan. Bisa-bisa jadi bahan pembicaraan sekantor.

"Nggak, Mbak. Saya pasrah saja. Lagi pula kerjaannya sama kan?"

"Iya ya, Pak. Kalau keliling juga sampai atas, Pak?"

"Iya, Mbak. Semua gedung dicek. Kalau saat ini enak bisa bagi tugas. Lantai 1-10 diperiksa sama Budi. Lantai 11-20 diperiksa saya. Terus nanti balik lagi ke pos pusat, Mbak," terang Pak Djati dengan jelas.

Namun, Pak Djati masih memandang lurus ke depan. Aku pun sedikit lega. Akhirnya angka 1 menyala dan pintu terbuka.

"Pak, makasih ya. Ini buat uang rokok, Pak. Tolong diterima," aku menyodorkan uang dua puluh ribu rupiah pada Pak Djati.

"Nggak usah, Mbak. Buat Mbak saja. Saya langsung naik ya. Mau keliling lagi," tolak Pak Djati dengan halus.

"Terima kasih banyak, Pak. Hati-hati di jalan ya," aku pun keluar dari lift dan melambaikan tangan.

Tiba-tiba...... seseorang menepuk pundakku dari belakang.

"Astagaa..... bikin kaget saja," ujarku sambil melihat ke belakang.

Ternyata Budi security shift malam yang keliling di lantai bawah, "Kenapa kok ngomong sendiri, Mbak?"

"Eh, Mas Budi. Nggak kok, itu tadi saya diantar Pak Djati. Saya pulang dulu ya, Mas," jawabku sambil berjalan ke pintu keluar.

Budi menyusulku dengan terburu-buru, "Mbak, serius?"

"Serius apa, Mas Budiman?"

"Tadi dari lantai berapa, Mbak?"

"Lah, kantorku kan dilantai 15, Mas," ucapku santai tanpa merasa hal yang aneh.

"I..iya, Mbak. Hati-hati di jalan ya," jawab Budi mengakhiri pembicaraan.

Aku pun pulang naik taksi online pesananku. Biasanya aku naik bus atau ojek, tapi berhubung sudah larut dan angin kencang seperti akan hujan, aku memutuskan naik taksi. Mahal sih.... tapi nggak apa lah sesekali.

"Pak, boleh saya duduk di depan saja?" tanyaku sambil membuka pintu penumpang.

"Boleh, Mbak. Lagi musuhan ya?" jawab sopir taksi online tertawa kecil.

Aku nggak tahu apa maksudnya. Namun kusenyum saja. Rasa capek badan dan pikiran membuatku cuek dan tak peka.

Perjalanan menuju rumahku sekitar sepuluh menit dengan mobil. Sopir itu terdiam dengan sesekali melirik ke spion yang memantulkan arah belakang. Awalnya aku nggak merasakan apa pun. Tapi..... bau amis menyengat mulai tercium. Seperti bau darah ala mens.

"Mbak.... kok bau amis ya?"

"Nggak tahu, Pak. Saya nggak lagi datang bulan hehehe," lirihku sambil tertawa kecil agar suasana mencair.

Namun, sopir justru terdiam. Wajahnya mulai pucat. Apakah dia masuk angin? Atau.....

"Su.. sudah sampai, Mbak."

"Iya, terima kasih ya, Pak."

Aku memberi bintang lima diaplikasi dan keluar dari mobil. Sopir itu bergegas menginjak gas mobil, melaju agak kencang. Menghilang di ujung jalan belok, sangking kencangnya, sudah tak terlihat mobil taksi itu.

Aku membuka pintu dengan kunci cadangan. Jam segini tentu saja orang tuaku sudah tidur. Waktu menunjukkan pukul 23.45 hal yang tak masuk akal. Kok jadi lama banget perjalanan kantor ke rumah?

Aku pun masuk ke rumah. Berjalan di lorong dan naik tangga dengan cahaya yang minim. Orang tuaku memang suka berhemat listrik. Aku membuka kamar. Meletakkan tasku yang berat dan mengambil baju ganti untuk sekedar membasuh badan dan cuci muka.

Aku ke kamar mandi di dalam kamarku. Ayah memang sengaja membuat kamar mandi di dalam kamarku. Seusai mandi dan berganti pakaian, aku bergegas berbaring di ranjang.

Sudah pukul 00.01 aku mencoba memejamkan mata tetapi susah. Kuambil gawai di atas mejaku. Ada satu pesan kuterima.

Aku pun membuka pesan itu. Ternyata dari Budiman.

[ Mbak ini saya Budiman. Tadi beneran Mbak di lantai 15? Soalnya pukul 21.00 saya keliling cek dan kunci ruangan dari lantai 10 sampai 20 tidak ada orang. Sudah dua minggu ini pemilik gedung menganjurkan tidak memakai ruangan di atas jam sembilan malam. Terlebih setelah kejadian itu.... ]

Aku pun bingung dengan pesannya. Segera kubalas.

[ Maksudnya gimana ya, Mas? Kejadian apa? Malah nggak tahu apa-apa. Bos ngasih tugas mendadak sih. ]

[ Mbak sudah sampai rumah? ]

[ Sudah sampai, Mas. ]

[ Tadi bau amis di jalan? ]

[ Iya, Mas. Pas di taksi. Kok tahu? ]

Aku jadi merasa takut. Pasti ada sesuatu.

[ Mbak... Pak Djati itu sudah meninggal dua minggu yang lalu. ]

DEG! Seketika bulu kuduku berdiri. Merimding sekujur tubuh. Aku lekas membalas chat dari Budiman dengan penuh pertanyaan di dada.

[ Bercanda ya, Mas? ]

[ Mbak, ngapain saya bercanda di malam Jumat Kliwon begini. Ini saya langsung kumpul sama satpam baru. Mbak jangan matiin lampu ya selama tujuh hari jangan di tempat gelap. ]

[ Emang kenapa, Mas? ]

[ Besok saya ceritakan, Mbak. Pagi saja. Selamat malam. ]

Aku meletakkan handphone di meja samping ranjangku. Rasanya antara percaya atau tidak. Namun, ketakutan menyeruak di dada. Aku bergegas tidur. Mengenakan selimut sampai menutupi wajah. Berharap lekas hanyut ke alam mimpi dan terbangun di pagi hari.

***


Aku berlari dari kantorku. Lantai 15 gedung ini, bagaimana aku bisa lolos? Lift kutekan dengan cepat tetapi nihil. Angkanya hanya terdiam. Akhirnya aku turun melewati tangga darurat. Ketakutan dan tergesa-gesa. Aku menuruni anak tangga hingga melewati lantai satu per satu menuju ke pintu EXIT lantai 1.

Keringat menetesi dahiku. Terlebih saat mencoba membuka pintu EXIT tetapi tak bisa. Beberapa kali kudobrak pintu itu. Entah tenagaku yang kurang atau pintu yang terlalu kokoh.

Sesaat kurasa ada sesuatu di balik punggungku. Aku ketakutan dan gemetar. Bahkan untuk menengok pun aku tak sanggup.

Tiba-tiba.....

Aku terbangun dari tidur. Rasa takut masih terasa. Gemetar. Untung hanya mimpi. Seakan nyata. Membuatku ketakutan setangah mati.

Sial! Hampir jam tujuh pagi. Aku bisa terlambat. Bergegas kuberanjak dari ranjang. Menyiapkan keperluan bekerjaku. Mandi sebentar dan lekas berangkat.

Beberapa pesan di gawai tak kupedulikan. Aku berlari mencari ojek biasa di pangkalan. Segera meluncur ke kantor. Walaupun jam kerja pukul 08.00, aku sudah terbiasa sampai di sana setengah jam sebelum waktu bekerja dimulai.

Sesampainya di depan gerbang gedung berlantai 20 itu, Budiman melambaikan tangan ke arahku. Dia berada di pos satpam depan gedung dekat jalan ke parkiran. Aku pun menuju ke sana.

"Pagi, Mbak," sapa Budi.

"Pagi, Mas. Ini bener nungguin aku?"

"Iya, Mbak. Tadi aku udah sms sih tapi belum dibalas. Duduk sini, Mbak di pos."

"Iya, terima kasih. Mau cerita apa sih?" selidikku penasaran.

"Begini ceritanya Mbak.... Dua minggu yang lalu Pak Djati ijin untuk tidak bekerja, tetapi sama atasan tidak diijinkan. Lalu malam harinya saat beliau jaga shift malam, lift tiba-tiba rusak dan tidak bisa terbuka. Beliau mengecek karena ada emergrncy call dari lift. Naiklah melalui tangga darurat. Entah karena apa, Pak Djati terjatuh dari tangga darurat. Keterangan Dokter sih serangab jantung. Cuma anehnya, lift rusak di lantai 7 tetapi Pak Djati ditemukan meninggal di tangga darurat lantai 15. Kejadiannya sengaja ditutupi agar penyewa gedung tidak takut. Hanya saja pemilik memberi pengumuman setelah jam sembilan malam, lantai 11 ke atas ditutup sementara. Makanya kemarin saya kaget kok Mbak bisa turun padahal liftnya dikunci," jelas Budiman sambil menengok kanan kiri tak tenang.

Aku terdiam sejenak. Kalau begitu yang tadi malam mengantarku turun, arwahnya Pak Djati? Yaampun.... seketika aku merinding. Padahal cahaya matahari mulai naik membawa kehangatan.

"M-mas... berati semalam itu hantu?"

"Kemungkinan iya, Mbak.... tapi Mbak nggak diganggu kan? Bau amis gitu biasanya diikuti...." lirih Budiman dengan wajah serius.

"Wah bikin takut aja, Mas. Kok nggak ada yang cerita ya di kantorku?"

"Mana berani, Mbak. Waktu kejadian kan malam. Beberapa orang saja yang tahu dan nggak diekspose. Sebaiknya jangan pulang malam lagi, Mbak. Takutnya bukan arwah Pak Djati yang jahat.... tapi...." Budi memelankan suaranya.

"Hey! Ayo naik! Sudah mau jam delapan loh!" seru temanku memanggil.

"Wah, maaf Mas, aku duluan yaa... Terima kasih infonya," aku berlari menghampiri teman sekantorku, Danny.

Budiman melihatku berlari. Dia tidak menyelesaikan kalimat terakhirnya. Aku sebenarnya penasaran.

Aku bekerja dengan rasa penasaran yang tinggi. Rasanya ingin mengetahui ada apa dengan gedung ini. Sejak kantor pindah ke gedung ini, aku nggak nyaman untum lembur. Jujur, aku nggak suka ketinggian. Selain itu naik lift malam-malam itu mengerikan, terlebih sendirian.

Danny yang berada di samping mejaku bertanya, "Kamu kenapa banyak ngelamun? Ntar kerjaan nggak selesai loh."

"Hmm... aku baru mikirin sesuatu," jawabku singkat.

"Mikir apa Dini? Cerita sini...."

"Kamu pernah lembur di sini?"

"Oh, pernah... Mending jangan lembur. Kalau ada tugas bawa pulang aja. Emang kenapa? Kemarin kamu pulang, kan?"

Aku pun terdiam sejenak. Danny pasti juga merasakan ada yang tak beres di gedung ini.

"Aku... terpaksa lembur karena Bos kasih tugas mendadak. Danny.... waktu kamu lembur, ada kejadian aneh nggak?"

Wajah Danny langsung memucat, "Dini, sorry ya aku nggak bisa bahas hal itu di sini. Cuma kusarankan sebelum Maghrib lebih baik bawa kerjaan pulang. Jangan di sini. Banyak teman yang cerita juga. Dulu aku nggak percaya, setelah ngalami sendiri baru percaya."

"Gitu ya.... Iya, aku usahakan nggak lembur. Aku juga takut. Tadi malam ada hal aneh. Maka dari itu tadi Mas Budiman satpam ngajak ngomong aku."

"Siapa?" tanya Danny terkejut.

"Mas Budiman sekurity. Kamu tahu kan?"

"Jangan bercanda deh, Dini! Mas Budiman sudah meninggal dua hari yang lalu di Pos Satpam depan. Dia kesetrum pas jaga malam," jelas Danny.

"Serius? Bercanda nggak? Tadi malam dia SMS aku pun," jawabku sambil mengeluarkan handphone.

Saat hendak menunjukkan kepada Danny, semua chat dengan Budiman menghilang. Aku jadi makin bingung.

"Tadi di Pos Satpam, aku ama Budiman bahas soal Pak Djati yang meninggal misterius di tangga darurat," imbuhku.

"Iya, Pak Djati memang meninggal. Tadi aku sengaja manggil kamu karena kamu bengong di sana hampir tiga puluh menit."

"Berarti semalam yang antar aku naik lift hantunya Pak Djati? Terus yang semalam ngajak ngomong, SMS dan tadi pagi ngobrol ama aku itu hantu juga?" tanyaku memastikan.

Seketika kepalaku pening, rasanya lemas dan takut bercampur padu. Aku nggak menyangka kalau dua sosok yang kukira manusia ternyata hantu. Gedung ini memang aneh. Rumor itu ternyata benar semenjak lantai 15 kebakaran dan merambat ke lantai 16, banyak korban yang meninggal di kantor maupun tangga darurat, suasana gedung ini jadi angker.

Setelah mengalami renovasi dan penyewaan lantai 15 dan 16 dengan discont besar, kantorku lah yang pertama menempati bekas kebakaran ini. Banyak yang mengeluh diganggu mulai dari barang berpindah atau disembunyikan, langkah kaki tanpa ada si empunya, bau amis, bau sesuatu terbakar, hingga suara jeritan yang pernah terdengar dan tak tahu berasal dari mana.

Kantorku tidak menyelesaikan kontrak gedung. Baru tiga bulan, Bos memutuskan indah. Meninggalkan 9 bulan sisa kontrak tanpa ada yang mau menggantikan sewa.